Retreat GMAHK Bukit Sentul | 15–17 Mei 2026 | Kuda Laut Resort
Tiga hari yang sederhana, namun penuh makna—itulah yang dirasakan oleh setiap peserta retreat GMAHK Bukit Sentul di Kuda Laut Resort pada tanggal 15–17 Mei 2026. Perjalanan ini bukan sekadar outing, tetapi juga sebuah perayaan syukur atas ulang tahun gereja yang ke-20 dengan tema yang dalam: “20 Tahun Dalam Kasih-Nya.”
Sejak hari pertama, suasana kekeluargaan sudah terasa hangat. Tawa anak-anak berpadu dengan obrolan penuh cerita dari para orang tua. Di tengah debur ombak dan semilir angin pantai, semua orang seakan diingatkan: Tuhan telah memimpin perjalanan gereja ini selama dua puluh tahun, melewati berbagai musim kehidupan.
Sabtu menjadi puncak rohani dalam retreat ini. Dalam ibadah Sabat yang sederhana namun penuh kuasa, setiap hati diajak kembali merenungkan kasih Tuhan yang tidak pernah berubah. Iman bukan hanya tentang mengetahui kebenaran, tetapi tentang berjalan setiap hari bersama Kristus. Kasih Tuhan bukan sekadar konsep—kasih itu nyata, mengubah, dan memimpin.
Setelah ibadah, suasana berubah menjadi penuh sukacita. Kegiatan berenang, lomba, dan berbagai permainan mengisi hari dengan keceriaan. Gelak tawa terdengar di setiap sudut resort. Dari lomba kekompakan hingga permainan sederhana, semua menjadi momen berharga yang mempererat satu sama lain. Hadiah-hadiah yang dibagikan memang menyenangkan, tetapi yang lebih berharga adalah kebersamaan itu sendiri.
Tidak ketinggalan, makanan yang lezat menjadi bagian dari pengalaman yang tak terlupakan. Saat makan bersama, setiap meja dipenuhi cerita, canda, dan bahkan kesaksian kecil tentang bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan masing-masing.
Di malam hari, dalam suasana yang lebih tenang, beberapa peserta menyempatkan diri untuk merenung. Dua puluh tahun perjalanan gereja bukanlah waktu yang singkat. Ada naik dan turun, ada tantangan dan kemenangan. Namun satu hal tetap sama: Tuhan setia.
Seperti yang sering ditekankan dalam pelayanan Doug Batchelor, dunia ini penuh dengan distraksi, tetapi Tuhan selalu memanggil kita kembali kepada inti: hubungan pribadi dengan-Nya. Retreat ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan hidup, kita perlu berhenti sejenak—untuk berdoa, untuk bersyukur, dan untuk kembali menyelaraskan hidup kita dengan kehendak-Nya.
Hari terakhir diisi dengan rasa syukur dan harapan. Ketika setiap orang kembali pulang, mereka tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga semangat baru. Semangat untuk melayani, untuk mengasihi, dan untuk terus melangkah bersama Tuhan.
Dua puluh tahun telah berlalu, dan kasih Tuhan tidak pernah berubah.
Dan perjalanan ini masih akan terus berlanjut—karena dalam kasih-Nya, kita akan selalu memiliki arah.
